Tampilkan postingan dengan label untuk direnungkan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label untuk direnungkan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 20 Agustus 2011

Tuhan dalam segala hikmat-Nya, meminta kita menunggu, karena alasan yang penting.

Mereka yang tidak menyukainya menyebutnya tanggung jawab,
Mereka yang bermain dengannya, menyebutnya sebuah permainan,
Mereka yang tidak memilikinya, menyebutnya sebuah impian,
Mereka yang mencintai, menyebutnya takdir.

Kadang Tuhan yang mengetahui yang terbaik, akan memberi kesusahan untuk menguji kita. Kadang Ia pun melukai hati, supaya hikmat-Nya bisa tertanam dalam.

Jika kita kehilangan cinta, maka pasti ada alasan di baliknya. Alasan yang kadang sulit untuk dimengerti, namun kita tetap harus percaya bahwa ketika Ia mengambil sesuatu, Ia telah siap memberi yang lebih baik.

Mengapa menunggu?
Karena walaupun kita ingin mengambil keputusan, kita tidak ingin tergesa-gesa.
Karena walaupun kita ingin cepat-cepat, kita tidak ingin sembrono.
Karena walaupun kita ingin segera menemukan orang yang kita cintai, kita tidak ingin kehilangan jati diri kita dalam proses pencarian itu.

Jika ingin berlari, belajarlah berjalan duhulu,
Jika ingin berenang, belajarlah mengapung dahulu,
Jika ingin dicintai, belajarlah mencintai dahulu.

Pada akhirnya, lebih baik menunggu orang yang kita inginkan, ketimbang memilih apa yang ada.
Tetap lebih baik menunggu orang yang kita cintai, ketimbang memuaskan diri dengan apa yang ada.
Tetap lebih baik menunggu orang yang tepat, Karena hidup ini terlampau singkat untuk dilewatkan bersama pilihan yang salah, karena menunggu mempunyai tujuan yang mulia dan misterius.

Perlu kau ketahui bahwa Bunga tidak mekar dalam waktu semalam,
Kota Roma tidak dibangun dalam sehari,
Kehidupan dirajut dalam rahim selama sembilan bulan,
Cinta yang agung terus bertumbuh selama kehidupan.

Kebanyakan hal yang indah dalam hidup memerlukan waktu yang lama, Dan penantian kita tidaklah sia-sia.

Walaupun menunggu membutuhkan banyak hal - iman, keberanian, dan pengharapan - penantian menjanjikan satu hal yang tidak dapat seorangpun bayangkan.

Pada akhirnya. Tuhan dalam segala hikmat-Nya, meminta kita menunggu, karena alasan yang penting.
Stumble
Delicious
Technorati
Twitter
Digg
Facebook
Yahoo
Feed

Rabu, 28 April 2010

14才の母 (14sai no Haha)



(14sai no Haha), kalo diartikan ke bahasa Indonesia adalah “Ibu berumur 14 tahun”. Dari judul ini mungkin langsung terlintas di kepala kita bahwa cerita ini adalah tentang seorang anak perempuan berumur 14 tahun yang sudah memiliki anak.

14sai no Haha, adalah sebuah cerita mengenai perjalanan hidup seorang anak perempuan yang berumur 14 tahun dalam menerima kenyataan hidup bahwa ia hamil. Mulai dari perasaan dimana dia mengetahui bahwa dia hamil, dia tidak bisa mengatakan ke orang tuanya sehingga dia merasa dia berada di dunia ini sendiri, dimana si laki-laki yang dia suka tidak bisa diberitahukan karena dia takut untuk mengatakannya, sampai dimana sekolah dan lingkungan tidak lagi ramah kepadanya.

Cerita ini sangat bagus karena benar-benar menggambarkan bahwa situasi dia tidak sama lagi sesudah dia mulai hamil dan lingkungan menyadarinya. Dengan begini kita yang menonton akan menyadari bahwa tindakan sex pranikah bukanlah sesuatu yang boleh dilakukan karena akan lebih memberikan aspek buruk kedepannya. Mungkin ada juga yang berhasil melewatinya dan menciptakan sebuah keluarga yang harmoni, namun tidak semua manusia memiliki kebiasaan untuk tidak mengedepankan ego.

Dari yang gw liat di sekitar gw, pernikahan akibat kehamilan (Merried by Accident) sering menghasilkan perceraian, karena pernikahan itu tidak didasari oleh rasa cinta, tapi karena si cowo telah menghamili cewe, dan karena si cewe telah hamil. Jadi jangan pernah mengatakan sex pranikah karena cinta.

Sekarang banyak iklan-iklan yang mengatakan bahwa “Kondom adalah cerminan laki-laki bertanggung jawab“, bahkan ada juga iklan yang menuliskan “Cewe-cewe sukanya cowo yang aman” dimana ini dimaksudkan bahwa cewe-cewe di Indonesia ini suka melakukannya kalo si cowo menggunakan kondom.

Kenapa fungsi dari kondom telah berubah? Kondom itu dibuat untuk pasangan suami-istri yang ingin mengontrol jumlah keluarga, bukan untuk mencegah kehamilan. Karena perubahan fungsi inilah makanya di bangsa ini mulai muncul remaja-remaja tidak bertanggung jawab.

Apakah kondom cerimanan cowo bertanggung jawab? Tidak! Justru ini adalah tindakan tidak bertanggung jawab, karena si cowo hanya mencari enaknya tanpa memikirkan arti cinta yang sebenarnya.

Dan apakah sudah sebegitu jelekkah moral bangsa ini sehingga “cewe-cewe suka cowo yang aman” ? Bukankah ini berkesan si cewe bisa aja melakukannya kapan saja dan dengan siapa saja asal si cowo make kondom? Okelah dia sedang jadian dengan cowo A, tapi apakah tidak ada kemungkinannya kalau dia putus dan nantinya dia jadian dengan cowo B? atau bahakan C? atau D?… Maaf kalau gw akan mengatakan satu hal kepada kalian para cewe. Kalian bukanlah asbak rokok tempat si cowo membuang abu rokoknya. Jadilah cewe terhormat!

Lakukanlah dengan orang yang benar-benar kamu cintai, dimana kalian sudah diikat oleh sebuah pernikahan. Topik ini sengaja gw angkat bersamaan dengan pembahasan mengenai dorama jepang ini. Karena akhir-akhir ini, moral bangsa sudah hilang.
Stumble
Delicious
Technorati
Twitter
Digg
Facebook
Yahoo
Feed

Selasa, 27 April 2010

Bolehkah aku membeli waktumu satu jam saja?

Pada suatu hari, seorang laki-laki pulang dari bekerja larut malam. Hari
itu sangat melelahkan baginya. Sesampainya dirumah ia mendapati anaknya
yang berusia 5 tahun sudah menunggunya di depan pintu rumah.

Anak: "Ayah, boleh aku bertanya?"
Ayah: "yeah, boleh, ada apa?" jawab sang ayah.
Anak: "Ayah, berapa gaji ayah dalam satu jam?"
Ayah: "Bukan urusan mu.. ngapain kamu nanya-nanya hal begitu??" jawab sang
ayah dengan marah.
Anak: " Aku cuma pengen tahu ayah... tolonglah ayah, beritahu aku, berapa
penghasilan ayah dalam sejam?" tanya si anak dengan memelas
Ayah: "baiklah, jika kamu emang pengen tahu, gaji ayah mu ini Cuma
Rp.30.000 sejam.. puas?" jawab si ayah dengan ketus.
Anak: " Oh..." ujar si anak sambil menundukkan kepala... kemudian ia
kembali bertanya
Anak: "ayah, boleh nggak aku minta Rp.15.000?" tanya si anak dengan
ragu-ragu..

Begitu mendengar pertanyaan terakhir anaknya, kekesalan sang ayah langsung
memuncak.... Pada saat itu juga sang ayah langsung berkata: "oh.. jadi kamu
nanya gaji ayah berapa Cuma mau minta uang untuk beli mainan2 ga penting
atau barang2 ga berguna lain ya? Kalau begitu sekarang kamu cepat masuk ke
kamar mu dan TIDUR... kau tau sekarang jam berapa HAH? Mikir dong... ayah
kerja keras tiap hari untuk kamu dan mama mu, tapi kamu egois sekali...
kelakuanmu sungguh memalukan" .

Dengan wajah sedih dan kepala menunduk si anak segera menuju ke kamarnya
tanpa berkata-kata. . terlihat jelas bahwa ia sangat sedih mendengarkan
perkataan ayahnya... ia segera masuk kedalam kamarnya dan menutup pintu
dengan perlahan.

Sang ayah lalu duduk di kursi dan tanpa sengaja kembali memikirkan
permintaan anaknya barusan ditengah malam buta seperti saat itu. Dalam
pikirannya ia sangat kesal dan tak habis pikir kok teganya anak yang
disayanginya itu malah menanyakan uang disaat ia baru saja pulang dan capek
setelah bekerja keras seharian.

Setelah beberapa jam berlalu, sang ayah mulai tenang, dan ia bisa berpikir
sedikit lebih jernih. Ia kemudian berpikir: "yah, namanya juga anak-anak...
atau mungkin saja anak ku memang membutuhkan uang Rp.15.000 itu untuk
membeli sesuatu yang sangat penting baginya. Lagi pula, anak ku itu tidak
terlalu sering minta uang kok... ia juga bukan anak yang suka konsumtif."
Lalu sang ayah segera menuju kekamar anaknya, lalu membuka pintu kamar
anaknya itu.

"kamu udah tidur sayang?" tanya sang ayah.
"belum ayah", jawab anaknya dengan suara agak terbata-bata.
"Ayah udah berpikir, mungkin tadi ayah terlalu keras" kata sang ayah.
"Hari ini sangat melelahkan buat ayah, ayah minta maaf telah melampiaskan
kekesalan ayah padamu. Ini, Rp.15.000 yang kamu minta tadi" kata sang ayah
dengan nada lembut.
Si anak seketika itu juga langsung berdiri dan tersenyum. "OH... terima
kasih ayah... " ujar anaknya dengan riang.

Kemudian, ia merogoh kebawah bantalnya dan mengeluarkan setumpuk uang
kertas yang sudah lusuh. Si anak kemudian mulai menyusun dan merapikan uang
yang dimilikinya itu diatas kasur.

Ketika sang ayah melihat ternyata anaknya sudah punay uang dalam jumlah
yang cukup banyak, ia kembali marah dan kesal.
"Untuk apa kamu minta uang lagi kalau kamu udah punya uang sebanyak itu?"
tanya sang ayah dengan nada tinggi.

"Soalnya sebelum ayah kasih, uangnya nggak cukup ayah..." jawab sang anak.
"Tapi sekarang aku udah punya uang yang cukup", kata si anak kemudian.
"Ayah, sekarang aku sudah punya Rp.30.000.. boleh nggak aku membeli waktu
ayah satu jam saja…?" tanya anaknya dengan nada sungguh-sungguh dan polos..
"Aku mau makan malam bareng sama ayah dan mama... besok ayah pulang cepat
ya…" ujar si anak dengan sungguh-sungguh… matanya menatap polos pada sang
ayah yang diam terpaku dihadapannya.

Mendengar perkataan anaknya, sang ayah langsung terenyuh dan menangis.. ia
lalu segera merangkul anak yang disayanginya itu sambil menangis dan minta
maaf pada sang anak..

"Maafkan ayah sayang..." ujar sang ayah.
"Ayah telah khilaf, selama ini ayah lupa untuk apa ayah bekerja
keras...maafkan ayah anakku..." kata sang ayah ditengah suara tangisnya. Si
anak hanya diam membisu dalam dekapan sang ayah...

Cerita ini hanyalah untuk mengingatkan kita semua yang selalu bekerja keras
dalam hidup ini. Janganlah kita membiarkan waktu berlalu begitu saja tanpa
kita sempat menikmati waktu yang sangat berharga tersebut bersama
orang-orang yang sangat kita sayangi dan sangat berarti dalam hidup kita.

Ingatlah untuk selalu berusaha menyisihkan waktu seharga Rp.30.000 untuk
orang-orang yang Anda cintai dan sayangi.
Jika kita meninggal besok, perusahaan tempat kita bekerja dapat dengan
mudah mengganti orang yang menempati posisi kita hanya dalam hitungan
hari..
Tapi, keluarga dan orang dekat tercinta yang kita tinggalkan akan merasakan
kehilangan itu sepanjang hidupnya... Bila kita memikirkannya, kenapa kita
masih saja mencurahkan seluruh hidup kita hanya untuk bekerja??
Stumble
Delicious
Technorati
Twitter
Digg
Facebook
Yahoo
Feed